semoga berbahagia mendapat rahmat

limpah kurnia Tuhan yg Esa..........

22 December 2010

Sifat sifat yang wajib dan mustahil Allah...

mari mengenal 20 sifat yg wajib dan mustahil bg Allah ;


1. Wujud, ertinya ada. Sifat mustahilnya 'Adam, ertinya tidak ada.
Tidak mudah untuk membuktikan bahwa ALLAH itu ada, kecuali bagi orang-orang yang beriman. Memang kita tidak dapat melihat wujud ALLAH secara langsung, tetapi dengan menggunakan akal, kita dapat menyaksikan ciptaan-Nya. Alam semesta ini. Dari mana alam semesta ini berasal? Pastilah ada yang menciptakannya. Siapakah Dia yang Maha Agung itu?
Dialah ALLAH SWT (Maha Suci dan Maha Tinggi). Dialah yang mengadakan segala sesuatu dan Dia pulalah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, termasuk diri kita.

Sesungguhnya Rabb kamu ialah ALLAH yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak ALLAH. Maha suci ALLAH, Rabb semesta alam. (QS. Al-A'râf: 54)

2. Qidam, ertinya dahulu atau awal. Sifat mustahilnya Hudûs, ertinya baru.

Kita ambil contoh: Adanya hujan didahului oleh terjadinya penguapan air laut. Terjadinya pemuaian logam didahului oleh adanya panas. Berbeza dengan alam semesta ini, adanya ALLAH tidak didahului oleh sebab-sebab tertentu, karena ALLAH zat yang paling awal. ALLAH adalah pencipta alam semesta, tidak mungkin hasil ciptaan lebih dulu ada dari Sang Penciptanya.

Dialah yang Awal dan yang Akhir, yang Zahir dan yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hadîd: 3)

3. Baqa', ertinya kekal. Sifat mustahilnya Fana, ertinya sementara

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar-Rahmân: 26-27)

Sungguh, betapa hina dan lemahnya kita di hadapan ALLAH, betapa tidak patutnya kita berbangga diri dengan kehebatan kita, karena segala kehebatan itu hanyalah sementara. Kelak semua akan berakhir, yang tersisa hanyalah amalan kita. Oleh sebab itu perbanyaklah amal selagi kita masih diberi kelapangan waktu di dunia ini. Dan bertaubatlah dengan kesalahan-kesalahan kita selagi kematian belum menghampiri kita.

4. Mukhalafatuhu lil hawadits, ertinya berbeda dengan ciptaannya. Sifat mustahilnya Mumatsalatuhu lil hawadits, ertinya serupa dengan ciptaannya.

Sifat ini menjelaskan bahwa ALLAH berbeza dengan hasil ciptaan-Nya. Macam pelukis dengan lukisannya, pembuat patung dengan patung karyanya, apakah ada kesamaan antara pencipta dengan hasil ciptaannya? tentu tidak bukan? Bahkan robot yang paling canggih dan mirip dengan manusia sekalipun tidak akan sama dengan manusia penciptanya. Begitulah ALLAH, Sang Pencipta, sudah pasti berbeza dengan ciptaan-Nya.

... Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syûra: 11)

Dengan memahami sifat ALLAH ini, semoga kita tidak akan terjebak pada perbuatan tahyul dan syirik, iaitu menyembah selain ALLAH atau menyekutukan ALLAH. Tak ada suatu pun selain ALLAH yang layak disembah. Menyembah selain ALLAH adalah perbuatan yang hina dan merendahkan martabat manusia sendiri.

5. Qiyamuhu binafsihi, ertinya berdiri sendiri tanpa memerlukan bantuan yang lain. Sifat mustahilnya Ihtiyaju lighairihi, artinya berdiri dengan bantuan yang lain.

Semua makhluk ALLAH, x lepas dari bantuan yang lain. Manusia lahir kerana ada kedua orang tuanya, membesar dan berkembang karena dipelihara dan dirawat oleh orang tuanya. Bahkan setelah besar pun, manusia tetap tidak boleh hidup tanpa bantuan orang lain... betol x? Hehee..

ALLAH, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya. (QS. Ali-Imran: 2)

Sedarlah kita, ternyata kita ni makhluk yang sangat lemah, kerana x mampu hidup tanpa bantuan orang lain. Semoga kita pun tahu betapa pentingnya berbuat kebajikan sesama kite. Oleh itu, ALLAH memerintahkan kita untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa.

... Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Mâidah: 2)

6. Wahdaniyyah, ertinya esa atau tunggal. Sifat mustahilnya Ta'addud, ertinya berbilang atau lebih dari satu.

Keesaan ALLAH itu mutlak. ertinya keesaan ALLAH meliputi zat, sifat, mahupun perbuatan-Nya.
Meyakini keesaan ALLAH, merupakan hal yang sangat prinsipil, sehingga seseorang dianggap muslim atau tidak, tergantung pada pengakuan tentang keesaan ALLAH. kita boleh nampak untuk menjadi seorang muslim, seseorang harus bersaksi terhadap keesaan ALLAH, iaitu dengan membaca syahadat tauhid yang berbunyi Aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH. Menyakini keesaan ALLAH juga merupakan inti ajaran para nabi, sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.
Mustahil ALLAH lebih dari satu. Apabila itu terjadi, tentulah tidak akan tercipta alam semesta yang teratur ini dan telah membuktikan pada kita yg ALLAH itu Tunggal.

Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain ALLAH, tentulah keduanya itu sudah rosak binasa. Maka Maha Suci ALLAH yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. Al-Anbiyâ: 22)

Dengan menghayati sifat wahdaniyyah ini, kita akan terhindar dari berbagai paham ketuhanan. Ada 2 macam paham ketuhanan, yaitu monoteisme dan politeisme. Monoteisme menyatakan bahwa Tuhan adalah satu, sedang politeisme menyatakan bahwa tuhan lebih dari satu. Agama-agama yang memiliki kepercayaan banyak dewa dan dewi yang mengatur alam semesta ini, adalah salah satu contoh paham politeisme. Islam adalah agama yang mengakui paham monoteisme secara mutlak. Tuhan dalam Islam hanyalah ALLAH, Pencipta dan Pengatur Alam Raya beserta isinya.

7. Qudrah, ertinya berkuasa. Sifat mustahilnya 'Ajzun, ertinya lemah.

Kekuasaan ALLAH adalah kekuasaan yang sempurna, kerana kekuasaan ALLAH tidak terbatas. Berbeza dengan manusia yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Bagi ALLAH, jika ALLAH telah berkehendak melakukan atau tidak melakukan sesuatu, maka tidak ada suatu pun yang dapat menghalangi-Nya.

... Sesungguhnya ALLAH berkuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 20)

Sungguh tidak patut kita sebagai manusia bersifat sombong dengan kekuasaan yang kita miliki, sebesar mana pun kekuasaan kita, kekuasaan ALLAH pasti lebih besar, dan yang Terbesar. Jika ALLAH berkehendak, Dia dapat menghilangkan kekuasaan kita dalam sekelip mata, dan kita tak akan berdaya untuk mempertahankannya.

8. Iradah, ertinya berkehendak. Sifat mustahilnya Karahah, ertinya terpaksa.
ALLAH memiliki sifat selalu berkehendak. Kehendak ALLAH sesuai dgn kemahuan ALLAH sendiri, tak ada rasa terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain. Kehendak ALLAH juga tidak dipengaruhi oleh pihak lain. Kehendak ALLAH tidak terbatas, karena Ia dapat melakukan apa saja tanpa ada kuasa lain yang dapat mencegah-Nya. Manusia juga berkehendak, tapi kehendak manusia adalah terbatas pada kemampuannya sendiri.

* Manusia boleh berkehendak, namun ALLAH jualah yang menentukan hasilnya.
* Maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.
* Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga.
* Di atas langit masih ada langit.
Ungkapan-ungkapan di atas menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedang ALLAH memiliki segala kehendak yang tidak terbatas. Meskipun demikian, ALLAH memberi kebebasan pada manusia untuk berusaha dan berkehendak, namun semua terpulang pada kehendak ALLAH dan kita harus berserah diri menerima apapun hasilnya.

9. Ilmu, ertinya mengetahui. Sifat mustahilnya Jahlun, ertinya bodoh.

Segala yang ada di alam ini, baik yang besar maupun yang kecil, yang terlihat maupun yang tersembunyi, tidak ada yang luput dari pengetahuan ALLAH. ALLAH Maha Luas ilmunya, begitu luasnya ilmu ALLAH sehingga jika seluruh air di lautan ini dijadikan tinta dan seluruh pohon dijadikan alat tulisnya, tak akan mampu menuliskan ilmu ALLAH.
Kita sering kagum atas kecerdasan dan ilmu yang dimiliki orang-orang pintar di dunia ini. Kita takjub akan indahnya karya dan canggihnya teknologi yang diciptakan manusia.
Sadarkah kita, bahwa ilmu yang kita saksikan itu hanyalah sebahagian kecil saja yang diberikan ALLAH pada otak kita?
Sungguh, ilmu ALLAH jauh melampaui semua itu, begitu tingginya ilmu ALLAH sehingga terkadang kita tak mampu untuk mengikuti dan memahaminya.

Katakanlah (kepada mereka): Apakah kamu akan memberitahukan kepada ALLAH tentang agamamu (keyakinanmu), padahal ALLAH mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Hujurat: 16)

Semoga dengan memahami sifat ilmu ini, kita sebagai hamba akan terdorong untuk terus menimba ilmu, selagi kita hidup, kerana sebanyak manapun ilmu yang telah kita ketahui, masih lebih banyak lagi ilmu yang belum kita diketahui. Semakin banyak ilmu kita, mudah-mudahan juga menambah rasa kagum dan syukur kita kepada ALLAH. Betapa hebatnya Ia, betapa tinggi ilmu-Nya, dan betapa kepandaian kita ini belum apa-apa dibandingkan dengan kepandaian ALLAH.

10. Hayat, ertinya hidup. Sifat mustahilnya Mautun, ertinya mati.

ALLAH hidup tidak bergantung dengan yang lain, sedang manusia hidupnya sangat bergantung dengan yang lain.
ALLAH hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian, bahkan mengantuk pun tidak. Manusia suatu saat pasti akan mengalami mati.

ALLAH tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur... (Al-Baqarah: 255)

ALLAH Maha Hidup, tidak mengantuk, tidak tidur, apalagi mati. Dan selama itu pula ALLAH selalu mengurus dan mengawasi seluruh makhluk ciptaan-Nya. Oleh sebab itu hendaknya kita selalu berhati-hati dalam segala tindakan, karena gerak-gerik kita selalu diawasi dan dicatat oleh ALLAH, tak ada yang terlewatkan. Kelak di akhirat seluruh amalan harus kita pertanggungjawabkan.

11. Sama', ertinya mendengar. Sifat mustahilnya Samamum, ertinya tuli.
ALLAH Maha Mendengar. Pendengaran ALLAH tidak terbatas dan tidak terhalang oleh jarak, ruang, dan waktu. Selemah apa pun suara, ALLAH mendengarnya. manusia pendengarannya sangat terbatas. walaupun saat ini teknologi manusia sudah maju, untuk mendengar suara jarak jauh sudah bisa diatasi dengan media elektronik, namun jangkauannya tetap masih terbatas. Suara bisikan, suara yang terhalang oleh benda-benda tertentu, tetap tidak boleh kita dengarkan. Pendengaran manusia juga mengalami penurunan seiring dengan semakin tuanya kita.
Tapi pendengaran ALLAH tidak demikian. ALLAH bisa mendengar suara yang sehalus apapun tanpa memerlukan alat bantu apapun.

...Dan ALLAH-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 76)

sifat sam'un ALLAH ini, hendaklah kita sentiasa bertingkah laku, bersikap, berbicara, dan berpikir dengan bahasa yang santun dan mengeluarkan ucapan-ucapan yang baik lagi bermanfaat. Kerana ALLAH selalu mendengar segala perkataan manusia, baik yang terucap mahupun hanya sekadar bisikan di dalam hati.

12. Basar, ertinya melihat. Sifat mustahilnya 'Ama, ertinya buta.

Penglihatan ALLAH bersifat mutlak, tidak terhalang oleh apa pun. ALLAH melihat segala sesuatu, baik yang besar dan kecil, yang nampak dan tersembunyi. Penglihatan ALLAH bersifat terus-menerus, ALLAH tidak pernah lalai walau sedetik pun dari melihat segala perbuatan kita.

Sesungguhnya ALLAH mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hujurat: 18)

Dengan memahami sifat basar ALLAH ini, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Kita tidak boleh bohong atau menyembunyikan kebohongan apa2 pun di hadapan ALLAH. Dgn manusia kita boleh la berbohong, tapi tidak terhadap ALLAH, kerana ALLAH melihat segala perbuatan kita.
Kelak di kemudian hari akan ditampakkan segala perbuatan dan kebohongan yang kita sembunyikan. Oleh sebab itu berbuat baiklah selalu, supaya kita tidak perlu merasa takut dan cemas jika suatu saat seluruh perbuatan kita akan disaksikan dan diminta pertanggungjawabannya.

13. Kalam, ertinya berkata atau berfirman. Sifat mustahilnya Bukmum, ertinya bisu.
Bukti ALLAH bersifat kalam dapat kita lihat dari kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya.
Al-Quran yang sering kita baca dan kita lafadzkan setiap hari, adalah firman ALLAH yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

...Dan ALLAH telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (QS. An-Nisa: 164)

Adanya firman ALLAH menjadi bukti bagi kita bahwa ALLAH memperhatikan kita sebagai hamba-Nya. Dengan perantara nabi dan rasul, ALLAH membimbing manusia untuk melakukan amal saleh sesuai yang diajarkan dalam kitab ALLAH.
Dari firman ALLAH juga, kita dapat mengetahui sejarah dan kisah umat-umat terdahulu, sehingga kita dapat mengambil hikmah, mengikuti yang haq dan meninggalkan yang bathil.

14 Qadirun = Yang Berkuasa(Sifat Wajib) 'Ajizun = Yang maha lemah(Sifat Mustahil)

15 Muridun = Yang Berkehendak(Sifat Wajib) Mukrahun = Yang maha terpaksa(Sifat Mustahil)

16 'Alimun = Yang Mengetahui(Sifat Wajib) Jahilun = Yang maha bodoh(Sifat Mustahil)

17 Hayyun = Yang Hidup(Sifat Wajib) Mayyitun = Yang mati(Sifat Mustahil)

18 Sami'un = Yang Mendengar(Sifat Wajib) Ashamma = Yang maha tuli(Sifat Mustahil)

19 Basirun = Yang Melihat(Sifat Wajib) A'maa = Yang maha buta(Sifat Mustahil)

20 Mutakallimun = Yang Berbicara(Sifat Wajib) Abkama = Yang maha bisu(Sifat Mustahil)


Sifat yang harus bagi Allah ada satu.

Sifat itu ialah membuat tiap-tiap mungkin atau tidak membuat nya

Maksud mungkin itu ialah tiap-tiap sesuatu yang boleh dilakukan oleh Allah
atau tidak dilakukan oleh Nya.

Firman Allah : wa rabbuka yakh luqu ma ya syaa-u wa yakhtar
Tuhanmu yang menjadikan apa yang dikehendaki Nya dan apa yang dipilihnya.


heheee,,, "wajib hafal ye semua, da hafal datang depan", teringat cikgu sekolah rendah tun cakap dulu... sekarang da lupo?? wha3... tp boleh hafal balek kannn3 hahaa

No comments: